nursilo09's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Alasan Saya Memilih Agronomi Dan Hortikultura

November29

Belajar di Institut Pertanian Bogor adalah impian saya sejak SMP, namun pada saat itu saya beum mengerti mengenai jurusan apapun di sini. Memang tak dapat saya pungkiri, pada awal saya mengetahui adanya jurusan Agronomi dan Hortikultura di IPB saya sama sekali tidak mengeti apapun tentang itu. Saya mulai mencari tahu tentang hal itu dengan cara bertanya, atau pun menari tahu di Internet. Semakin banyak informasi yang saya dapatkan,  saya semakin tertarik dengan jurusan ini. Disamping nama Agronomi dan Hortikultura yang begitu unik menurut saya, saya juga tertarik dengan mata kuliah yang ada di dalam nya, seperti matakuliah Dasar-dasar Agronomi Genetika Tanaman dan masih banyak yang lainnya. Hal-hal yang baru saya kenali itu membuat rasa ingin tahu yang begitu besar di diri saya.

Potensi yang tinggi di bidang pertanian terlihat sangat jelas di daerah saya (Lampung). Terutama dengan tanaman Agronominya.  Alasan ini semakin memperkuat saya untuk masuk di jurusan ini. Mengembangkan potensi di daerah saya merupakan salah satu dari sekian banyak impian saya, dan dalam hal ini potensi yang saya pilih adalah di bidang pertanian, karena memang saya mencintai pertanian.

Kemudian dari alasan-alasan di atas, saya juga mempunyai impian untuk memajukan pertanian bukan hanya di daerah saya saja, bahkan saya ingin memajukan potensi pertanian Indonesia. Saya ingin mengembalikan citra pertanian Indonesia yang sukses di mata dunia.

Cakupan pertanian

Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.

Usaha pertanian diberi nama khus[[Berkas:]]us untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar (hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia) atau serangga (misalnya lebah). Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif (intensive farming). Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industrial selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan.

Sisi yang berseberangan dengan pertanian industrial adalah pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial.

Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub “ideologi” pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.

Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung

Penulis: Badan Litbang Pertanian

Ditinjau  dari  sumber  daya  yang  dimiliki,  Indonesia mampu  berswasembada jagung, dan bahkan mampu pula menjadi pemasok jagung di pasar dunia. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan berbagai dukungan, terutama  teknologi,  investasi,  dan  kebijakan.  Secara  teknis,  upaya peningkatan produksi  jagung di dalam negeri dapat ditempuh melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas. Salah satu cara yang dapat  ditempuh  untuk meningkatkan  produktivitas  jagung  adalah menerapkan teknologi dengan pendekatan Pengeloaan Tanaman Terpadu (PTT). Dalam pengembangannya, PTT  tidak menggunakan pendekatan paket teknologi, melainkan dengan pendekatan penerapan teknologi untuk memecahkan masalah usahatani di wilayah tertentu dan bersifat spesifik lokasi dengan bantuan para penyuluh dan petugas pertanian. Tujuan utama penerapan PTT adalah untuk meningkatkan produksi, pendapatan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Faktor Transkripsi OsDREB1A dan OsDREB1Bpada Padi

Written by Toto Hadiarto
Salah satu kegiatan penelitian yang dilakukan dalam usaha untuk memperbaiki sifat ketahanan tanaman padi terhadap berbagai macam cekaman adalah dengan mempelajari fungsi dari protein yang terlibat dalam mekanisme pertahanan terhadap cekaman tersebut. Protein-protein tersebut dihasilkan dari ekpresi gen yang diinduksi oleh cekaman lingkungan.

Salah satu kegiatan penelitian yang dilakukan dalam usaha untuk memperbaiki sifat ketahanan tanaman padi terhadap berbagai macam cekaman adalah dengan mempelajari fungsi dari protein yang terlibat dalam mekanisme pertahanan terhadap cekaman tersebut. Protein-protein tersebut dihasilkan dari ekpresi gen yang diinduksi oleh cekaman lingkungan. Beberapa protein memiliki fungsi sebagai pengantar sinyal dari permukaan sel tanaman ke dalam sel, enzim yang berperan dalam biosintesis molekul-molekul yang berpengaruh dalam mekanisme pertahanan (seperti prolin, beberapa jenis karbohidrat serta poliamin), atau faktor transkripsi yang mengaktifkan ekspresi dari gen-gen yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman terhadap cekaman tersebut.

cis dan trans elemen yang terlibat dalam ekspresi gen yang terinduksi oleh cekaman telah banyak dianalisa secara detail dan teliti untuk mengungkap mekanisme tanaman dalam mempertahankan diri terhadap cekaman lingkungan. Dehydration-responsive element (DRE) merupakan cis elemen yang terdapat pada sebuah promoter dan turut meregulasi ekspresi gen pada saat terjadi cekaman kekeringan, salinitas tinggi dan suhu dingin. Elemen ini memiliki motif sequen A/GCCGAC yang dikenali oleh faktor transkripsi DRE-binding protein (DREB).

Seperti Arabidopsis (Arabidopsis thaliana), padi (Oryza sativa L.) memiliki dua jenis faktor transkripsi DREB: OsDREB1 dan OsDREB2. Sejauh ini, gen OsDREB yang sudah diidentifikasi dan dikarakterisasi adalah OsDREB1A sampai dengan OsDREB1I, OsDREB2A sampai dengan OsDREB2E dan OsABI4. Ekspresi gen OsDREB1 diinduksi secara cepat dan transien oleh suhu dingin tetapi tidak dipengaruhi oleh kekeringan dan salinitas tinggi. Sebaliknya, gen OsDREB2 ekspresinya dipengaruhi oleh kekeringan dan salinitas tinggi tetapi tiak dipengaruhi oleh suhu dingin.

Penelitian dengan hasil yang sangat menarik telah dilakukan oleh kelompok Ito Yusuke pada OsDREB1A dan OsDREB1B. Mereka merakit tanaman padi dan Arabidopsis transgenik yang mengoverekspresikan masing-masing satu gen tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tanaman transgenik yang mengoverekpresikan gen OsDREB1 ini memiliki ketahanan terhadap suhu dingin, kekeringan dan salinita tinggi yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman tipe liar meskipun telah diketahui bahwa ekspresi gen OsDREB1 tidak dipengaruhi oleh kekeringan dan salinitas tinggi. Dari hasi analisa jumlah karbahidrat (glukosa, fruktosa, rafinosa, dan sukrosa) dan proline diketahui bahwa tanaman transgenik memiliki kadar karbohidrat dan proline yang lebih tinggi daripada jenis liar. Karbohidrat dan proline tersebut dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan dan salinitas tinggi. Tambahan informasi diperoleh dari eksperimen mikroarray dan analisa gel blot RNA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa overekspresi gen OsDREB1A menginduksi ekspresi dari gen-gen lain yang terlibat dalam mekanisme pertahanan terhadap cekaman lingkungan. Artinya, gen-gen ketahanan tersebut merupakan target dari faktor transkripsi OsDREB1A dan ekspresinya dipengaruhi oleh aktivitas faktor transkripsi ini.

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh kelompok Ito Yusuke menunjukkan bahwa gen OsDREB1A dan OsDREB1B dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman suhu dingin, kekeringan dan salinitas tinggi.

Daftar Pustaka:

  1. Ito Y., Katsura K, Maruyama K, Taji T, Kobayashi M, Seki M, Shinozaki K dan Yamaguchi-Shinozaki K (2006). Plant Cell Physiol. 47: 141-153
  2. Shinozaki K dan Yamaguchi-Shinozaki K (2007) J. Exp Bot 58: 221-227
  3. Chen JQ, Meng QP, Zhang Y, Xia M, Wang XP (2008) Biotechnol Lett 30:2191-2198
  4. Wang Q, Guan Y, Yu Y, Chen H, Chen F, Chu C (2008) Plant Mol Biol 67: 589-602
posted under Academic | No Comments »